Archive for April, 2008

WAR and “The New World Order”

Posted in Uncategorized on April 28, 2008 by damartriadi

by Mahdi Darius Nazemroaya
Global Research, August 29, 2007

“We are now at the year 1908, which was the year that the Carnegie Foundation began operations. And, in that year, the trustees meeting, for the first time, raised a specific question, which they discussed throughout the balance of the year, in a very learned fashion. And the question is this: Is there any means known more effective than war, assuming you wish to alter the life of an entire people? And they conclude that, no more effective means to that end is known to humanity, than war. So then, in 1909, they raise the second question, and discuss it, namely, how do we involve the United States in a war?” -Norman Dobbs, U.S. Congressional Special Committee for the Investigate of Tax-Exempt Foundations (1982)

Continue reading

The Pentagon Strangles Our Economy, Why the U.S. Has Gone Broke

Posted in Uncategorized on April 28, 2008 by damartriadi

By Chalmers Johnson

26/04/08 ” Le Monde ” — The military adventurers in the Bush administration have much in common with the corporate leaders of the defunct energy company Enron. Both groups thought that they were the “smartest guys in the room” — the title of Alex Gibney’s prize-winning film on what went wrong at Enron. The neoconservatives in the White House and the Pentagon outsmarted themselves. They failed even to address the problem of how to finance their schemes of imperialist wars and global domination.

Continue reading

Bhineka Tunggal Ika

Posted in Uncategorized on April 11, 2008 by damartriadi

Tersebutlah ratusan tahun yang lampau, sebelum ada pelaut Eropa menginjakkan kakinya di negeri Dipantara ini, terbentuk sebuah konfederasi di bawah kekuasaan kerajaan Budha di sungai Musi dilanjutkan dengan kerajaan Hindu di sungai Brantas. Sejarah yang tercampur legenda menyebutkan bagaimana Harmoni tercipta di negeri kepulauan itu, yang bahkan taifun tropis pun tidak pernah bertandang. Ketika bangsa Eropa masih berjibaku di negeri Palestina demi secarik surat pengampunan dosa, Dipantara telah menjadi pusat peradaban yang tinggi, pusat perdagangan dan pertukaran ide-ide kemanusiaan, sumber rempah-rempah eksotis untuk makanan para raja di Cina dan India.

Continue reading

WAR!!! WAR!!! WAR!!!

Posted in Uncategorized on April 1, 2008 by damartriadi

“Sejarah selalu berulang…” (Nietzsche)

Pada tahun 2000, ekonomi AS mengalami perlambatan yang susah diketahui penyebabnya, namun ditenggarai banyaknya perusahaan AS yang membuka pabriknya di negara-negara berkembang menjadi pemicu persoalan. Defisit perdagangan AS secara kontinyu terus meningkat, tanpa ada harapan ada pemulihan. Produk murah dari luar menjadi sumber konsumsi yang menarik bagi warga AS yang hampir 30%-nya mengalami obesitas karena hiper-konsumtif itu. Perlahan tapi pasti, produktivitas ekonomi AS semakin menurun. Pasar uang dan saham yang tidak ada hubungannya dengan sector riil, instrument-instrumen derivative yang berbau judi, proses kapitalisasi financial yang semakin menggila, menjadi penggerak ekonomi AS yang semakin dominan. Wall Street menjadi sumber kekayaan bangsa AS, dengan berbagai banker dan pedagang saham menjadi kaya secara tidak proporsional karena proses-proses seperti “Leveraged Boy Out”, Merger dan akuisisi, Initial dan Secondary Public Offerings, dsb. Mereka membawa pulang bonus tahunan yang mencapai enam, tujuh, atau bahkan delapan digit US Dollar. Selanjutnya, kekayaan ini sebagian besar dikonsumsi untuk membeli produk-produk murah buatan Cina dan Vietnam, diputar kembali dalam instrument investasi yang juga sejenis, dan hanya sebagian kecil sekali yang masuk sebagai sumber investasi di sector riil yang menyerap tenaga kerja, apalagi tenaga kerja lokal AS. Secara domestic, produksi ekonomi AS semakin dikuasai oleh kegiatan-kegiatan seperti ini. Sementara itu, sumber produksi ekonomi yang riil semakin sedikit yang bertahan di AS. Persaingan bebas menyebabkan lebih banyak perusahaan yang menutup pabrik-pabriknya di AS dan merelokasi ke negara seperti Vietnam, Cina, Eropa Timur, dll. Berbagai kota industri yang dulu tumbuh berkembang karena industrialisasi di pedalaman AS, seperti Detroit, Michigan, telah terdegradasi menjadi kota kumuh penuh konflik antar geng sehingga dijadikan tema dalam film fiksi seperti “Robocop”.

Continue reading