Financial crisis of 2007–2008
Krisis Finansial 2007-2008, disebut sebagai “the credit crunch” atau “krisis kredit” oleh media, mulai muncul di permukaan pada 9 Agustus 2007, ketika investor mulai kehilangan kepercayaan terhadap nilai sekuritisasi mortgage di Amerika Serikat yang berakibat pada krisis likuiditas yang berujung pada injeksi capital atas pasar financial oleh Federal Reserve dan European Central Bank. Indikator yang menggambarkan resiko kredit atas ekonomi secara umum, TED spread, melonjak tajam pada Agustus 2007. untuk selanjutnya tetap berubah-ubah secara liar, dan kemudian melonjak lebih tinggi lagi di September 2008.
Walaupun runtuhnya pasar perumahan AS sering disebut sebagai penyebab dari krisis, pasar financial diperlemah karena adanya kontrak rumit yang dikenal sebagai derivative kredit Credit Default Swap (CDS), yang menjamin pemegang hutang terhadap kebangkrutan. CDS ini dibuat sendiri-sendiri oleh lembaga keuangan swasta, diperdagangkan di bawah tangan di luar jangkauan regulator. Tindakan pemerintah AS membangkrutkan perusahaan mortgage mendorong pelelangan sehingga trader yang memperjual-belikan CDS ini dapat melakukan settlement. Pelelangan ini digunakan untuk menentukan harga CDS sehingga investor dapat menyelesaikan kontrak mereka dengan uang kas dan bukannya dengan secara fisik mengirimkan surat hutang ke counter-party mereka. Penjual CDS ini kemudian menjual senilai nilai kontrak ini dikurangi nilai penyelamatan atas surat hutang ini.
Historical background
Krisis likuiditas secara sepintas timbul sebagai akibat dari timbulnya subprime mortgage crisis. Korban pertama di luar AS adalah Northern Rock, sebuah bank besar di Inggris. Ketidakmampuan bank ini meminjam dana untuk melunasi hutang-hutang yang jatuh tempo menyebabkan bank ini di rush pada pertengahan September 2007. Sifat bisnisnya yang sangat leveraged, dan tidak didukung oleh pemasukan kas, menyebabkan bank ini di takeover oleh pemerintah Inggris dan memaparkan indikasi awal kesulitan yang akan kemudian menimpa bank-bank dan lembaga keuangan lainnya di masa mendatang.
Ekspansi kredit yang berlebihan dengan standar evaluasi perkreditan yang dilonggarkan, yang merupakan karakter “Bubble perumahan AS”, mengakibatkan besarnya porsi subprime mortgage. Kredit resiko tinggi ini dipersepsikan telah diamankan dengan sekuritisasi. Namun, sekuritisasi ini bukannya memitigasi resiko malahan menyebarkan dan memperluas resiko ini dalam efek domino. Kerusakan yang timbul dari macetnya subprime mortgage ini kemudian menghantam pasar perumahan dalam skala besar dan mendorong terjadinya krisis. Meningkatnya penyitaan rumah-rumah menyebabkan lebih banyak rumah yang dijual dan meningkatkan supply yang kemudian menurunkan nilai pasar rumah-rumah disekitarnya yang selanjutnya juga disita dan ditinggalkan. Efek domino yang timbul dari ini menyebabkan timbulnya krisis keuangan
Awalnya perusahaan yang terpengaruh adalah perusahaan yang secara langsung terlibat dalam konstruksi rumah dan peminjaman kredit perumahan seperti Northern Rock dan Countrywide Financial. Lembaga keuangan yang terlibat dalam sekuritisasi mortgage ini seperti Bear Stearns kemudian jatuh menjadi korban. Pada 11 Juli 2008, peminjam kredit perumahan terbesar di AS, IndyMac Bank, bangkrut dan asetnya diambil alih regulator federal setelah sebelumnya tenggelam dalam tekanan kredit yang semakin ketat, harga rumah yang rontok dan semakin banyaknya penyitaan. Hari itu pasar financial anjlok selagi berharap apakah pemerintah akan menyelamatkan perusahaan penyedia kredit perumahan lain seperti Fannie Mae dan Freddie Mac. Pada 7 September 2008 pemerintah melakukan hal itu dengan memasukkan kedua perusahaan ini dibawah pengawasan mereka setelah krisis semakin meningkat diakhir musim panas.
See also: Federal takeover of Fannie Mae and Freddie Mac
Hal ini kemudian semakin mempengaruhi ketersedian kredit untuk bisnis non-perumahan dan lembaga keuangan lain yang tidak terkait secara langsung dengan kredit perumahan. Di dalam asset lembaga keuangan ini adalah portfolio investasi atas asset-aset yang merupakan derivative dari kredit perumahan. Eksposur atas sekuritisasi berbasis mortgage atau kredit derivative yang digunakan untuk menjamin mereka dari kebangkrutan semakin mengancam berbagai perusahaan seperti Lehman Brothers, AIG, Merrill Lynch, and HBOS. Perusahaan lain yang mendapat tekanan termasuk Washington Mutual, bank simpan pinjam terbesar di AS, dan sisa perusahaan investasi seperti Morgan Stanley dan Goldman Sachs.
Developing global financial crisis
Main article: Global financial crisis of September–October 2008
Dimulai dengan pembangkrutan Lehman Brother pada hari minggu, 14 September 2008, krisis financial memasuki fase akut ditandai dengan kegagalan bank-bank Amerika dan Eropa dan upaya pemerintah mereka melakukan penyelamatan. Di AS dengan dikeluarkannya Emergency Economic Stabilization Act of 2008 dan di Eropa dengan injeksi capital ke bank-bank besar. Seiring dengan perkembangan krisis, bursa saham di seluruh dunia rontok dan regulator berupaya untuk mengendalikan krisis. Jatuhnya harga minyak karena turunnya permintaan, ditambah dengan proyeksi adanya resesi global, membawa 2000s energy crisis ke penyelesaian sementara.
Sejumlah pengamat menyatakan kalau krisis likuiditas ini dilanjutkan, maka akan berlanjut ke resesi berkepanjangan atau bahkan lebih parah. Semakin memburuknya perkembangan krisis membawa ketakutan akan hancurnya ekonomi global. Krisis ini tampaknya akan berujung pada penyelamatan terbesar industri perbankan sejak 1930-an. Bank Investasi UBS menyatakan pada 6 Oktober bahwa pada tahun 2009 akan ada resesi global dengan pemulihan akan memakan waktu paling cepat satu sampai dua tahun. Tiga hari kemudian ekonomis UBS menyatakan bahwa “tahap akhir” dari krisis ini sudah tampak, dengan dunia telah melakukan hal-hal yang diperlukan untuk mengatasi krisis ini: injeksi modal dari pemerintah, injeksi dilakukan secara sistematis, pemotongan tingkat suku bunga untuk menolong debitur. Pemerintah Inggris telah memulai injeksi sistemik, dan bank-bank sentral dunia kini telah memotong tingkat suku bunga mereka. UBS menyatakan bahwa AS harus mengimplementasi injeksi sistematis ini. UBS juga kemudian menyatakan bahwa hal ini hanya akan memperbaiki krisis financial, namun secara ekonomi “yang terburuk masih akan tiba”.
Timeline of events
Background
Further information: Subprime crisis background information
Kredit Subprime adalah kegiatan pemberian pinjaman ke kreditur yang tidak masuk kualifikasi untuk kredit umum (dengan suku bunga yang berlaku umum) dikarenakan berbagai factor resiko seperti tingkat pendapatan, jumlah kemampuan down-payment, track record kredit, dan status pekerjaan. Nilai kredit subprime di AS sekitar USD 1,3 trilyun (per Maret 2007) dengan jumlah debitur 7,5 juta orang. Per Oktober 2007, sekitar 16% pinjaman subprime mengalami tunggakan 90 hari atau sedang mengalami proses penyitaan, atau tiga kali tingkat di tahun 2005. Pada Januari 2008 meningkat menjadi 21% dan pada Mei 2008 meningkat menjadi 25%.
Pasar kredit perumahan AS diperkirakan sebear USD 12 Trilyun dengan tingkat kredit macet 9,2% pada Agustus 2008. Kredit subprime hanya mewakili 6,8% dari seluruh kredit perumahan AS, namun mereka mewakili 43% kredit perumahan yang macet. Pada tahun 2007 ada sekitar 1,3 juta rumah yang disita, atau naik 79% dari tahun 2006.
Penyebab dari timbulnya krisis bervariasi dan cukup kompleks. Krisis ini bisa diatributkan ke berbagai factor di pasar perumahan maupun pasar kredit seperti gagal bayar di pihak debitur, penilaian yang keliru dari kreditur, spekulasi dan pembangunan yang berlebihan selama terjadinya boom pasar perumahan, produk kredit perumahan yang beresiko tinggi, penipuan (fraud), dll.
Events of 2007
- Terjadinya krisis likuiditas pada 9 Agustus 2007
- Northern Rock memperoleh bantuan likuiditas dari BoE (Bank of England) pada 14 September 2007
- Rekor tertinggi pasar saham AS pada 9 Oktober 2007 di Dow Jones Industrial Average (DJIA) sebesar 14.164
Events of 2008
Main article: Economic crisis of 2008
- Kekisruhan pasar saham di Januari 2008
- Pengambil alihan Northern Rock pada February 22, 2008 oleh pemerintah Inggris
- Pengambil alihan Bear Stearns
- Pengambil alihan pemerintah Federal atas Fannie Mae and Freddie Mac
- Global financial crisis of September–October 2008 (dimuali dengan bangkrutnya Lehman Brothers)
- Kerugian besar di pasar financial di seluruh dunia selama September dan awal Oktober.
- Emergency Economic Stabilization Act of 2008 diterbitkan
- Nasionalisasi tiga bank di Islandia, kemungkinan menjadi pertanda “kebangkrutan nasional”
- Pemerintah AS dan Eropa mengalokasikan investasi pemerintah di perbankan, penjaminan pinjaman, dan peningkatan jaminan deposito.
- Pada 13 October pemerintah Inggris menyediakan $60 milyar dan mengambil alih 60% saham di Royal Bank of Scotland dan 40% in Lloyds TSB and Hbos.